Kamis, 26 Desember 2013


MASYARAKAT MADANI (Civil Society)


Minggu lalu publik Indonesia dikejutkan dengan berita dari Pakistan, tentang seorang anak perempuan berusia 14 tahun, Malala Yousafzai, yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena ditembak oleh kelompok Taliban. Penembakan tersebut tak lepas dari aktivitas Malala yang sejak berusia 11 tahun memperjuangkan kesetaraan nasib anak perempuan di Pakistanterutama di bidang pendidikan, yang mendapat tentangan dari kelompok Taliban, yang merupakan kelompok agama Islam di Pakistan yang beraliran radikal dan sering memaksakan pandangannya melalui kekerasan.  Malalamemberikan pencerahan lewat tulisan-tulisannya di blog BBC yang melayani bahasa Urdu. 
Tulisan-tulisannya berbentuk diary menggambarkan perlakuan kelompok Taliban yang memaksakan hukum Islam di kampung halamannya.  Karena keberaniannya, pada tahun 2011, pemerintah Pakistan memberikan hadiah perdamaian nasional sebesar $10, 500 (kurang lebih 100 juta rupiah).  Ia pun dinamakan sebagai pemenang International Children’s Peace Prize yang diberikan pemerintah Belanda tahun lalu.
Kasus Malala ini penting diangkat karena apa yang dilakukan Malala pada dasarnya merupakan perwujudan pemenuhan hak anak, terutama hak untuk mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi serta hak untuk menyampaikan pandangannya, yang diatur dalam Konvensi Hak Anak (KHA).  Apa yang dilakukan oleh Malala sebenarnya sudah banyak dilakukan juga oleh anak-anak Indonesia. Namun, nilai lebihnya adalah Malala berani mengambil resiko perjuangan berupa ancaman terhadap keselamatannya. Selain itu, apa yang dialami Malala tak menutup kemungkinan juga bisa terjadi di Indonesia, karena pelanggaran hak anak juga banyak terdapat di Indonesia, khususnya kekerasan terhadap anak dan pemaksaan pandangan orang dewasa terhadap anak-anak.  Bahkan tak jarang pelanggaran hak anak juga dilakukan oleh pemerintah sendiri melalui kebijakan maupun perlakuan dari pejabat pemerintah sendiri.
Menyimak kasus Malala ini terdapat sejumlah rekomendasi yang bisa diberikan. Pertama, pelanggaran terhadap hak-hak anak dari pihak manapun harus segera dihentikan. Upaya ini juga harus dibarengi dengan sosialisasi yang intensif dan ekstensif tentang hak-hak anak, karena tak jarang yang terjadi adalah pelanggaran tersebut dilatarbelakangi oleh ketidaktahuan tentang hak-hak anak. Penegakan hukum terhadap para pelanggar hak anak juga harus  dilakukan.
Kedua, keberanian Malala menyampaikan pandangannya sebagai perwujudan dari haknya, hendaknya juga bisa diapresiasi pemerintah Indonesia melalui upaya-upaya yang lebih konkrit yang bisa mendorong anak-anak Indonesia menyampaikan pandangannya tentang berbagai masalah yang dihadapi mereka. Selain dengan penyelenggaraan seleksi Tunas Muda Pemimpin Indonesia oleh Kementerian PPPA, keberadaan forum-forum anak harus selalu didorong dan  dikembangkan hingga tingkat komunitas. Pelibatan kelompok anak dalam  penyusunan kebijakan atau rencana pembangunan di semua tingkat harus dilakukan.
Ketiga, tentang ketokohan dari seorang anak di mata publik, yang selama ini lebih dikaitkan dengan popularitas di bidang hiburan dan olah raga, akan lebih bermakna jika ketokohan tersebut dikaitkan dengan segi perjuangannya dalam membela nasib anak-anak yang tertindas hak-haknya. Sehingga anak-anak Indonesia tidak hanya mengenal Justin Beiber saja, tapi juga bisa mengidolakan seorang Malala Yousafzai.
Semoga perjuangan Malala dalam memperjuangkan hak-hak anak di negaranya bisa menginspirasi tidak hanya anak-anak Indonesia tetapi juga siapa saja yang mempunyai kepedulian dalam pemenuhan hak-hak anak di Indonesia.
(Setiadi Agus Anggrahito – Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia)

WHO AM I ?
Aku adalah Mahasiswi UIN  Sunan Ampel Surabaya, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan , Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Awalnya saya tidak ingin kuliah dijurusan pendidikan. Saya lebih ingin mengambil jurusan kesehatan, tetapi keluarga saya tidak ada yang mengizinkan saya untuk mengambil jurusan kesehatan. Mereka lebih suka kalau saya mengambil jurusan pendidikan karena kalau jadi dokter atau perawat itu meskipun tanggal merah tidak pasti libur dan kerjanya itu juga giliran kadang pagi, kadang malam. Sedangkan kalau jadi guru itu meskipun tanggal merah pasti libur dan pulangnya juga tidak sampai malam. Dan saya juga tidak boleh kuliah di daerah Malang.
Setelah saya lulus, saya ikut daftar lewat jalur SNMPTN, tetapi saya tidak diterima. Dengan tidak diterimanya lewat jalur SNMPTN, Saya tidak menyerah saya tetap ingin masuk kuliah diNegeri, karena selama saya SMP dan SMA saya tidak diperbolehkan orang tua saya untuk sekolah di Negeri jadi pada waktu kuliah ini saya hurus bisa masuk Negeri. Setelah saya ikut SNMPTN, saya ikut daftar lewat jalur SBMPTN. Awalnya saya tidak yakin kalau saya bisa masuk lewat jalur ini karena jalur ini harus melewati tes dan beribu-ribu peserta yang ikut pada jalur ini.pada jalur ini saya memilih IAIN fakultas Tarbiyah. jujusan PGMI. Setelah menunggu beberamalama akhirnya hasilnya keluar dan saya dinyatakan diterima.
Alhamdulillah saya senang sekali bisa kuliah di Negeri. Setelah dinyatakan diterima saya pertama kali pergi ke IAIN Surabaya dengan teman saya untuk mengasihkan ijazah dan mendaftar ospek (oscar). Setalah menjalani oscar saya resmi menjadi mahasiswi IAIN. Saya  merasa senang sekali karena,  ditempat ini saya memperoleh banyak pengalaman, teman-teman baru dan pada tahun 2013 ini IAIN juga sudah resmi menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Yang awalnya saya tidak ingin menjadi guru tetapi setelah saya jalani, saya sudah mulai menyukainya.
Dengan saya mengambil jurusan ini semoga empat taun yang akan datang saya bisa mengamalkan ilmu-ilmu saya dengan menjadi guru yang baik, profesional dan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Dan aya juga ingin membahagiakan kudua orang tua saya.       


KEADAAN WAKTU PEMILIHAN KEPALA DESA
Pada saat menjelang pemilihan Kepala Desa, masyarakat desa merasa cemas dan binggung karena awalnya calon Kepala Desa cuma ada satu. Mereka tidak ada yang mau mencalonkan sebagai Kepala Desa . Tetapi pada akhirnya salah satu pemilik pabrik rokok diDesa itu mempunyai pemikiran untuk mencalonkan salah satu dari warga untuk menjadi calon Kepala Desa. Pada awalnya dia(calon kepala desa) tidak maumenerima amanaj itu karena dia merasa tidak pantas dan belum sanggup untuk menjadi seorang pemimpin Desa, tetapi semua masyarakat dan pemilik pabrik rokok tersebut tetap bersih kokoh untuk mencalonkan dan mendukungnya. Dan pada akhirnya di bersedia dan sanggup untuk menjadi calon kepala desa walaupan dia merasa berat.
Tiga hari sebelum pemilihan kepala desa, para calon mendatangi semua rumah warga desa untuk meminta do’a restu. Begitu juga dengan para tim sukses dari kedua calon tersebut juga ikut mendatangi rumah warga desa dengan tujuan untuk memberi sedikit uang dan menyuruhnya warga untuk memilih calon kepala desa yang didukung karena setiap calon kepala desa mempunyai tim sukses sendiri-sendiri. Agar mendapat suara terbanyak dan terpilih menjadi kepala desa, tim sukses dari pemilik pabrik rokok yang mendukung calon kepala desa nomer 2 juga berjanji apabila calon yang didukung terpilih menjadi kepala desa maka para pegawainya diajak pergi rekreasi dengan tidak dipunrut biaya.
Malam hari sebelum pemilihan kepala desa, tim sukses dari kedua calon menjaga semua warga desa agar tidak terjadi pengeboman dan perkalahian dari kedua tim sukses dan semua warga desa. Penjagaannya dilakukan disetiap RT demi keamanan warga desa. Tetapi pada malam itu juga terjadi pengeboman kepada salah satu warga yang mendukung calon nomer 2. Pengeboman ini dilakukan oloh tim sukse dari calon nomer 1, denagn cara memberinya uang yang lebih dari yang diberi oleh timsukses calon 2 karena dia (tim sukses calon 1  )ingin warga tersebut mendukung dan memlilih calon kepela desa nomer 1, tetapi itu semua tidak berhasil sebab tertangkap basah oleh salah satu dari tim sukses calon 2. Uang yang awalnya mau dikasihkan kepada salah satu warga tersebut diambil oleh tim sukses calon 2 dan berkata”mana uangnya biar aku buat beli makanan dan rokok untuk warga yang jaga malam. Pada akhirnya uang tersebut dikasihkan kepadanya, lalu tim sukses calon 1 pergi dengan muka yang ditekuk-tekuk.
Pagi harinya para waga desa pergi kebalai desa untuk melakukan pemilihan calon kepala desa. Para calon duduk berdampingan dan keluarganya juga ikut serta. Pada waktui itu para polisi dan hansip juga ikut mengmankan jalan dan keamanan warga. Ada yang menjaga di masjid, pertigaan dan tempat-tempat lainnya. Pemilihan berjalan dengan lancar sampai siang hari. Setelah selesai maka dilakukan perhitungan suara warga desa juga ikut menyaksikannya. Perolehan suara awalnya tidak kalah jauh, keduanya mendapatkan suara yang sama. Tetapi pada akhirnya perolehan suara terbanyak didapatkan oleh calo nomer dua, para pendukungnya sangat senang karena calonnya berhasil menjadi kepala desa yang baru.
Setalah kemenangannya, kepala desa yang baru mengadakan tasyakuran yang diikuti oleh semua warga desa dengan dimeriahkan oleh para penyanyi dan wayang kulit.


BENCANA LUMPUR PANAS LAPINDO

Lumpur Lapindo terjadi disebabkan oleh kebocoran gas hidrogen sulfida (H2S) di lokasi Banjar Panji perusahaan PT. Lapindo Brantas (Lapindo) di Desa Ronokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. kebocoran gas tersebut berupa semburan asap putih dan gas yang disertai keluarnya cairan lumpur dan meluber ke lahan warga. Semburan lumpur panas di kabupaten Sidoarjo sampai saat ini belum juga bisa teratasi. Semburan ini telah memporak-porandakan sumber-sumber penghidupan warga setempat dan sekitarnya.
Lumpur lapindo ini juga menyebabkan 10 pabrik harus tutup,90 hektar sawah dan pemukiman penduduk tak bisa digunakan dan ditempati lagi, begitu pula dengan tambak-tambak bandeng, jalan tol Surabaya-Gempol yang harus ditutup karena semua tergenang lumpur panas. Dan juga  mengakibatkan banyaknya lingkungan fisik yang rusak, kesehatan warga setempat juga terganggu, yang mengakibatkan infeksi saluran pernapasan dan iritasi kulit, karena lumpur tersebut mengandung bahan karsinogenik dan juga terdapat kandungan bahan beracun dan berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit seperti kanker, mengurangi kecerdasan.
PT Lapindo Brantas Inc. juga telah merugikan masyarakat misalnya, ekonomi, sosial, dan budaya ribuan pekerja telah kehilangan mata pencaharian, produktivitas kerja masyarakat juga menurun, ribuan (bahkan jutaan dimasa yang akan datang) anak terancam putus sekolah, dan perekonomian Jawa Timur tersendat. Sampai pada saat ini, penegak hukum atas kasus luapan lumpur Lapindo tidak kunjung jelas, terdapatnya kebijakan politik yang minus etika lebih dikedepankan ketimbang aspek keadilan masyarakat.
Berdasarkan pengamatan WALHI, dari pelbagai aspek yang mesti menjadi tanggung jawab PT Lapindo Brantas Inc./PT Energi Mega Persada mencakup aspek pelanggaran hak asasi manusia (HAM), hukum, politik, perdata dan pidana., sangat lambannya penyelesaian kasus lumpur Lapindo, dimana WALHI akan mengupayakan suatu tindakan public inquiry, yang merupakan upaya yang akan ditempuh oleh masyarakat melalui Dewan Perwakilan Rakyat, untuk meminta pertanggung jawaban PT Lapindo Brantas In dengan menugaskan Jaksa Agung dapat ditunjuk sebagai pengacara negara untuk menuntut PT Lapindo Brantas Inc. terkait dengan kejahatan lingkungan dan pelanggaran multi-dimensi akibat lumpur panas, yang disebabkan kebocoran Gas yang beracun. Ada beberapa pendapatmengenai penyebab bocornya gas yang disertai meluapnya lumpur Lapindo yang telah dijelaskan tersebut diatas.


Kamis, 14 November 2013

Tempat Wisata di Daerah Sumatera Utara yang Memprihatinkan




Syamsudin seorang anggota DPRD di Kabupaten Toba Samosir Sumatra Utara, mengaku prihatin atas kondisi yang terjadi di tempat wisata daerah Sumatra Utara yang masih belum memperlihatkan peningkatannya.”kebanyakan orang-orang yang berkunjung ke tempat wisata mengeluh, itu semua disebabkan oleh majunya industri pariwisatayang belum memperlihatkan perkembangannya, serta kurangnya peluang dalam membuka usaha baru yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Syamsudin juga menjelaskan dalam pengembangan industri pariwisata, pemerintah daerah perlu memperbaiki berbagai infrastuktur, tetapi yang terpenting adalah ruas jalan menuju tempat wisata yang berada disekitar kawasan tepi danau Toba.
Syamsudin juga berpendapat bahwa, yang menjadi kendala utama dalam memperbaiki infrastuktur adalah dengan cara bagaimana menunjang kemajuan industri pariwisata yang mengakibatkan perkembangannya tidak bisa secara menyeluruh didaerah penduduk itu. Jika infrastruktur  menuju kawasan Wisata Taman Edan itu diperbaiki , maka akan banyak wisatawan yang berkunjung dan pendapatan daerah juga ikut meningkat.
Pemerintah kabupaten Toba Samosir dam Pemerintah Provinsi Sumatra Utara berharap dapat membangun infrastruktur menuju tempat wisata daerah tersebut. Industri pariwisata merupakan salah satu sektor potensial yang perlu dikembangkan, apalagi dengan didukungnya sumber daya alam serta keindahan Danau Toba, yang juga sebagai sebuah danau vulkanik terbesar di kawasan Asia Tenggara.




                                                                                        

Kamis, 07 November 2013

Demokrasi

Berbagai macam demokrasi yang diterapkan di Indonesia itu pada umumnya belum sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi, karena tidak tersedianya ruang yang cukup untuk mengekspresikan kebebasan warga negara.
Berdasar pengalaman sejarah, tidak sedikit penguasa yang cenderung bertindak otoriter, diktaktor, membatasi partisipasi rakyat dan lain-lain. Mengapa demikian? Ya, sebab penguasa itu sering sering merasa terganggu kekuasaannya akibat partisipasi rakyat terhadap pemerintahan. Partisipasi itu dapat berupa usul, saran, kritik, protes, unjuk rasa atau penggunaan kebebasan menyatakan pendapat lainnya.
Sesudah bergulirnya reformasi pada tahun 1998, kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat, kebebasan memilih, kebebasan berpolitik dan lain-lain semakin terbuka luas. Era reformasi sekaligus merupakan era demokratisasi. Dalam suasana reformasi, tidak jarang penggunaan kebebasan tersebut sering berbenturan dengan kepentingan umum. Inilah yang perlu ditata lebih baik, sehingga penerapan kebebasan warga negara dan demokrasi tetap berada dalam koridor hukum dan tidak mengganggu kepentingan umum. Bagaimanapun juga reformasi telah membuka pintu kebebasan, yang hal itu sangat diperlukan bagi rakrat dalam proses menamukan sistem demokrasi yang lebih baik.
Pada awalnya, penerapan demokrasi lebih terfokus pada bidang politik atau sistem pemerintahan. Wujud penerapannya antara lain dengan penyelenggaraan pemilihan umum, pergantian pemegang kekuasaan pemerintahan, kebebasan menyatakan pendapat dan lain-lain.

Dalam perkembangannya, konsep demokrasi juga diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, yakni dalam kehidupan ekonomi, pendidikan, sosial-budaya, dan bidang-bidang kemasyarakatan lainnya. Dengan demikian, demokrasi tidak hanya diterapkan dalam kehidupan bernegara, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Kehidupan yang demokratis adalah kehidupan yang melibatkan partisipasi rakyat dan ditujukan untuk kepentingan rakyat.

Kamis, 10 Oktober 2013

Pengajaran Agama Islam Terhadap Penerus Bangsa Sejak Dini

Dengan semakin maraknya keterpurukan moral  remaja yang sangat memperhatinkan, kita harus lebih mengenalkan ajaran agama islam dan syariatnya dari sejak kecil.  Agar mereka lebih mengetahui dan terbiyasa dengan apa yang harus mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan menerima tantangan diluar yang siap menghadang mereka, yang dikarena sekarang makin berkurangnya manusia yang bermoral baik itu dari kalangan atas maupun sampai kalangan bawah atau remaja. Dan yang berimbas pada kenakalan remaja sehingga remaja saat ini tidak dapat mengontrol tingkah laku mereka.
Kebanyakan pendidikan agama di indonesia di sepelehkan dan di nomor duakan. Padahal untuk membangun negara yang bermoral mereka membutuhkan penerus bangsa yang mempunyai agama yang kuat sehingga mereka tidak terombang –ambing oleh pengaruh dunia luar, yang dapat membutakan moral mereka dan lupa akan tujuan awalnya.
Adapun salah satu contoh, banyaknya korupsi di indonesia terjadi, karena mereka hanya menggunakan pola fikir pendidikan formal dan nafsu duniawi saja.marilah kita lihat di sekitar kita makin banyaknya pergaulan bebas, para korupsi, dan asusila yang di buat oleh para remaja penerus Bangsa karena kurangnya penanaman agama sejak dini dan kurangnya pantauan dari orang tua.
Kita sebagai penerus bangsa dan calon orang tua harus lebih hati-hati dalam pergaulan agar tidak terjerumus pada jalan yang salah.Dan bagi mereka yang sudah menjadi orang tua maka harus lebih seksama memperhatikan tingkah laku putra/putri mereka. Jangan Cuma percayakan mereka pada guru pendidik mereka karena dengan pantauan orang tualah yang paling utama, agar para remaja menjadi penerus bangsa yang bijaksana dan bepegang teguh pada agama.

Kamis, 03 Oktober 2013

GENERASI MUDAH YANG MENGALAMI KRISIS KEBANGSAAN


Generasi mudah saat ini telah mengalami krisis kebangsaan. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya generasi mudah yang berprilaku yang tidak sesuai dengan agam, seperti banyak generasi mudah saat ini yang tidak bertaqwakepada Tuhan YME. Saat ini banyak remaja muslim yang tidak berpegang teguh pada agama dan syariat islam yang mengakibatkan para remaja sekarang menjalin hubungan kasih sayang dengan pasangan yang bukan muhrimnya. Dan tidak jarang hal tersebut sampai kepada prilaku yang memalukan yaitu berhubungan seks sual.
Pada saat ini moral para remaja juga dipengaruhi melalui beredarnya vidio purno di internet. Model-model pakaian saat ini kebanyakan juga telah meniru bangsa barat yang mengakibatkan hilangnya jati diri bangsa indonesia asli. Bukan masalah moel pakaian saja akhlak remaja negara indonesia juga kian memburuk. Faktanya banyak generasi muda saat ini yang melampiaskan masalah-masalah yang dihadapinya dengan minum-minuman keras, menggunakan narkoba, pergi ketempat hiburan malam dan bahkan sampai ada yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Itu semua merupakan kerusakan moral jati diri bangsa yang begitu fatal. Dan itu semuanya juga terjadi karena lemahnya sistem pendidikan agama dinegara. Padahal jika generasi muda mempunyai ketaqwaan yang kuat pasti tidak akan ada tindakan-tindakan yang melanggar hukum seprti korupsi, kolusi, seks, dan tindakan penyimpangan lainnya, karena mereka sudah menganggap dirinya selalu di awasi oleh Yang Maha Kuasa sehingga mereka takut dosa dan akan selalu berbuat baik.
Cara yang paling tepat mengatasi masalah jati diri remaja indonesia yaitu dimulai dari diri sendiri. Para remaja harus sadar terlebih dahulu kemudian berusaha merubah sikap, agar berkepribadian sesuai dengan pribadi bangsa indonesia. Bangsa indonesia mampu menjalankan nilai-nilai dengan baik yaitu dengan meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME, karena dengan keyakinan dan ketaqwaan yang tinggi maka remaja indonesia akan mempunyai rasa takut terhadap dosa sehingga enggan akan berbuat salah. Secara otomatis apabila para remaja telah menanamkan kuat, jati diri bangsa indonesia pada dirinya melalui cara-cara diatas, maka para remaja dapat dengan sendirinya memilih dan memilah pengaruh kebutuhan lain yang masuk kenegara indonesia. Yang baik kita pakai dan yang buruk dan tidak sesuai dengan jati diri bangsa indonesia kita tinggalkan.